Ciri ciri Pertumbuhan dan Perkembangan Fisik Pada Balita

July 06, 2018

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BAYI DAN BALITA


Definisi Pertumbuhan dan Perkembangan

Pertumbuhan (growth) adalah masalah evolusi dalam ukuran besar,jumlah,ukuran atau dimensi tingkat sel,organ maupun pribadi yang dapat diukur dengan ukuran berat (gram. Kilogram),ukuran panjang (Cm, Meter). pertumbuhan (development) ialah bertambahnya keterampilan (skill atau keterampilan) dalam struktur dan faedah tubuh yang lebih perumahan dalam pola yang tertata dan bisa dimaktubkan sebagai hasil dari proses pematangan.


 Ciri ciri Pertumbuhan dan Perkembangan Fisik Pada Balita - Perkembangan Tahap Balita - Ciri ciri Fisik Pada Balita - Petumbuhan dan Perkembangan Balita - Ciri Ciri Perkembangan Akal dan Fisik Balita

Dari dua definisi tersebut diatas bisa ditarik kesimpulan bahwa perkembangan mempunyai akibat terhadap aspek fisik sementara perkembangan sehubungan dengan pematangan faedah sel atau organ tubuh individu dua-duanya tidak dapat terpisahkan.

 Aspek Perkembangan

Ada sejumlah aspek pertumbuhan anak yang berkaitan. Perkembangan pada satu aspek bakal memengaruhi aspek lain. Anak bakal tumbuh dan berkembang secara optimal andai seluruh aspeknya berkembang baik pasti saja dengan pengasuhan dari orang tua.

a. Motorik Kasar
Kemampuan ini mengontrol gerakan tubuh yang mencakup kemampuan mengendalikan otot-otot besar. Perkembangan motorik kasar dapat disaksikan dari keterampilan anak guna merangkak berjalan berlari melompat memanjat atau berenang. Aktifitas motorik kasar bakal menjadi sumber kebahagiaan anak khususnya pada masa prasekolah.

b. Motorik Halus
Keterampilan ini merangkum keluwesan jemari. Ini dapat disaksikan dari keterampilan anak guna menyentuh,menjumput,mencoret,melipat atau memasukan sendok ke mulut. Keterampilan motorik halus sangat dibutuhkan sebagai dasar keterampilan menulis dan kegiatan bantu diri laksana makan,minum,mengancingkan baju,menggunakan kaos kaki, Dalam urusan ini,kemandirian menjadi sumber kepuasan anak.

c. Kognitif
Kemampuan kognitif ialah kemampuan anak guna memproses,menginterpretasi dan mengategorikan informasi-informasi yang diperolehnya melewati panca indra. Kemampuan ini selanjutnya berkembang menjadi kemampuan beranggapan logis. Perkembangan beranggapan anak menilai apakah ia dapat memahami lingkungannya secara logis dan realistis. Semakin berkembang keterampilan kognisinya,pemahaman anak tentang objek,orang serta peristiwa-peristiwa di lingkungannya bakal semakin berkembang.

d. Kemampuan Bahasa
Selain mengetahui apa yang disebutkan orang-orang disekitarnya keterampilan ini pun membuat anak dapat mengungkapkan keinginannya. Sebenarnya,semenjak bayi komonikasi sudah dilakukan. Menangis dan mengoceh merupakan mula dari pertumbuhan bahasa. Selanjutnya,anak belajar mengucapkan ucapan-ucapan lalu kalimat. Keterampilan bahasa paling penting. Sebagai makhluk sosial anak tidak bisa menghindari interaksi dengan orang lain.

e. Emosi
Kemampuan emosi ialah kemampuan anak guna mengenali sekian banyak  hal yang dirasakannya, mengekpresikan perasaan dalam format yang diterima oleh lingkungan dan kemampuan untuk mengendalikan serta menanggulangi perasaannya. Kematangan emosi tidak begitu saja terjadi pada anak. Emosi berkembang secara bertahap melewati interaksi dengan orang tuanya. Pemenuhan keperluan emosi dan arahan yang tepat dari orang tua,bakal membuat kepintaran emosi anak berkembang baik.

f.Sosial
Kemampuan sosial ialah kemampuan anak guna menyesuaikan diri dengan lingkungan,memberi respon pada orang lain,serta berbagi. Pada awalnya,empiris sosialisasi anak paling terbatas. Selanjutnya,ia belajar guna mengembangkan kemampuan sosialnya dari orang-orang terdekat.

Perkembangan psikososial

Teori tentang perkembangan psikososial diajukan oleh Erick Ericson (1963). Beliau membagi pertumbuhan psikososial menjadi dua tahap,dimana setiap tahap mempunyai dua komponen yang bernilai baik(bisa diharapkan) dan komponen yang tidak cukup baik (kurang dapat diharapkan). Perkembangan pada etape selanjutnya paling bergantung pada mekanisme koping pada solusi masalah atau problem solving pada tahun sebelumnya. Tahapan pertumbuhan psikososial pada anak menurut keterangan dari Ericson ialah sebagai inilah :

1) Percaya Versus tidak percaya (umur 0-1 tahun)
Komponen yang sangat utama guna berkembang pada seorang anak ialah rasa percaya. Rasa percaya pada anak ini mesti anda bangun semenjak tahun kesatu kehidupan anak. Begitu seorang bayi bermunculan dna mengerjakan kontak dengan dunia luar maka ia paling ketergantungan dengan orang beda yang terdapat disekitarnya. Rasa aman dan rasa percaya terhadap lingkungan merupakan keperluan primer. Adapun perangkat yang dipakai oleh bayi untuk bersangkutan dengan dunia luar ialah mulut dan panca indra, sementara perantara yang tepat antara bayi dengan lingkungan ialah seorang ibu.

Hubungan antara ibu dengan anak yang harmonis yaitu melewati pemenuhna keperluan fisik,psikologis dan sosial adalah pengalaman dasar rasa percaya untuk anak. Jika pada usia ini tidak terjangkau rasa percaya dengan lingkungannya maka dimungkinkan bakal dapat memunculkan masalah. Rasa tidak percaya ini timbul bila empiris bila empiris untuk menambah rasa percaya tidak cukup atau keperluan tidak terpenuhi secara adekuat, yakni kurangnya pemenuhan keperluan fisik,psikologis dan sosial yang kurang. Misalnya ; anak tidak menemukan minum atau air susu yang lumayan saat anak lapar sampai-sampai dia mesti menangis yang keras,anak tidak menemukan respon saat dia menggigit dot botol susu pertanda susu sudah berakhir dan beda.

2) Otonomi versus rasa malu (umur 1-3 tahun)
Pada umur ini perangkat gerak dan rasa sudah matang dan terdapat rasa pecaya terhadap ibu dan lingkungannya. Pekembangan otonomi sekitar periode balita berfokus pada peningkatan keterampilan anak guna mengontrol tubuhnya,dirinya dan lingkungannya. Anak menyadari bahwa ia bisa mengguanakan kekuatannya guna bergerak dan melakukan sesuai dengan kemampuannya sendiri. 

Misalnya ; anak bakal puas bila dapat berjalan,mendaki tanpa koreksi oleh orang lain.

Selain tersebut anak bakal mengguanakan kekuatan mentalnya untuk menampik dan memungut sebuah keputusan. Rasa otonomi diri ini perlu guna dikembangkan sebab sangat urgen untuk terbentuknya rasa percaya diri dikemudian hari. Hubungan dengan orang beda yang mempunyai sifat egosentris atau mementingkan diri sendiri. Adapun peranan lingkungan dalam urusan ini ialah memberikan support dan memberikan kepercayaan yang jelas. Perasaan negatif pada anak ialah rasa malu dan rasa ragu yang timbul andai anak merasa tidak dapat untuk menanggulangi segala perbuatan yang dipilihnya sendri serta kurangnya support dari kedua orang tua dan lingkungan, contohnya ; orang tua tidak jarang mengitervensi anak.

3) Inisiatif Versus Rasa Bersalah (umur 3-6 tahun)
Tahap ini anak mulai belajar guna mengendalikan diri dan memanipulasi lingkungan. Rasa inisiatif mulai menguasai anak,anak telah mulai guna diikutsertakan sebagai pribadi atau menolong orangtua dan lingkungan. Suatu contoh; anak ikut serta membereskan tempat tidur,untuk anak wanita dapat membantu ibu di dapur. dalam urusan ini anak telah mulai memperluas lingkup pergaulannya. Ia menjadi aktif di luar rumah,keterampilan berbahasa semakin meningkat. 

Disini peran seorang ayah telah mulai berjalan,mesti terdapat hubungan harmonis antara ayah, ibu dan anak yang destinasi akhirnya ialah untuk memantapkan identitad diri anak. Orangtua dapat mengajar anak guna mengintegrasikan peran-peran sosial dan tanggung jawab sosial. Pada etape ini pula kadang-kadang anak tidak dapat menjangkau tujuan atau pekerjaan yang lebih diakibatkan karena keterbatasan kemampuannya. Akan tetapi andai ada tuntutan lingkungan,seperti dari orangtua sendiri ataupun dari orang beda yang terlampau tinggi,maka bakal dapat menyebabkan anak merasa aktivitasnya atau imajinasinya buruk dan pada etape berikutnya anak merasa kecewa dan tidak jarang sekali merasa bersalah.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Berkomentarlah Dengan Baik Dan Bijak Dalam Berkata. !!! EmoticonEmoticon