Pencegahan Gejala Penyakit Jantung Koroner Bawaan Pada Wanita Muda

October 11, 2018

Memahami Penyebab Jantung Koroner Dan Cara Mengatasinya Serta Pencegahan Gejala Jantung

Memahami Penyebab Jantung Koroner Dan Cara Mengatasinya Serta Pencegahan Gejala Jantung

Ciri - ciri Jantung yang sehat adalah sebuah rongga organ berotot yang memompa darah ke pembuluh darah dengan berirama yang berulang. Istilah kardiak berarti bersangkutan dengan jantung, dari kata Yunani cardia guna jantung. Jantung adalah salah satu organ insan yang berperan urgen dalam sistem peredaran darah.

Letak Jantung berada agak sebelah kiri unsur dada, salah satu paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Beratnya tidak cukup lebih 300 gram,besarnya kira-kira sebesar kepalan tangan. Fungsi jantung guna memompa darah. Maka dengan adanya jantung,darah bisa dialirkan ke semua tubuh melewati pembuluh darah dan andai peredaran ini terganggu maka berikut yang dinamakan Ciri - ciri jantung lemah.

Jantung nyaris sepenuhnya diselubungi oleh paru-paru,tertutup oleh selaput ganda yang mempunyai nama perikardium, yang tertempel pada diafragma. Lapisan kesatu menempel paling erat pada jantung,sementara lapisan luarnya lebih longgar dan berair,guna menghindari gesekan antar organ dalam tubuh yang terjadi sebab gerakan memompa konstan jantung.

Secara internal,jantung diceraikan oleh suatu lapisan otot menjadi dua belah bagian dari atas ke bawah,menjadi dua pompa. Kedua pompa ini semenjak lahir tidak pernah tersambung. Belahan ini terdiri dari dua rongga yang dipisahkan oleh dinding jantung. Maka dapat diputuskan bahwa jantung terdiri dari empat rongga, serambi kanan & kiri dan bilik kanan & kiri.

Berikut bagian-bagian jantung :

Memahami Ciri Jantung Koroner

Dinding dan Otot Jantung
Dinding jantung terdiri dari sel-sel menarik yang dinamakan myocardium yang mengandung otot jantung. Otot ini adalahjenis satu-satunya yang ada pada tubuh sebab dia mesti mempunyai oksigen sepanjang waktu guna tetap hidup dan supaya jantung yang melalui pembuluh darah arteri koroner mesti dilangsungkan secara continue.

Inilah sebabnya penyusutan pada arteri koroner, amat riskan terhadap jantung. Bila pembuluh arteri menyempit, terjadilah hal-hal yang tidak diharapkan sakit jantung mulai dari sakit dada dan serangan jantung yang berpotensi meninggal mendadak. Adapun rongga atau ruangan dalam jantung dipecah menjadi : 2 ruang atas dinamakan serambi jantung atau atrium sebelah kanan dan kiri. Dan runag bawah dinamakan bilik jantung atau ventrical sebelah kanan dan kiri. Ruangan-ruangan tersebut diceraikan oleh dinding otot tebal dinamakan septum

Klep Jantung
Jantung mempunyai 4 klep yang bermanfaat menilai kearah mana darah mengalir, berapa besar alirannya dan kapan menghentikan aliran tersebut,adapun setiap klep adalah 
Klep tricuspid. Bila membuka tidak mempedulikan darah mengalir dari bilik kanan pada masa-masa jantung relaksasi dan memblokir untuk menangkal darah mengalir pulang ke tubuh bila jantung kontraksi.

Klep mitral. Yang mengkontrol darah mengalir antara serambi kiri dan bilik kiri.
Klep Pulmic. Mengontrol aliran darah dari bilik kanan ke arteri yang menyuplai darah ke paru-paru.
Klep aorta,yang mengasingkan bilik kiri dengan aorta. Bilamana terbuka tidak mempedulikan darah mengalir ke tubuh yakni sewaktu jantung berkontraksi dan tertutup bila jantung relaksasi. 

Jadi klep-klep jantung membuka dan memblokir aliran darah dalam rongga jantung,supaya mengalir ke satu arah menangkal terjadinya arus balik.

Pengertian Jantung dan Pembuluh Darah Dalam Sistem Peredaran Darah

Organ Jantung terletak di dalam rongga dada sebelah kiri dan bermanfaat untuk memompakan darah ke semua tubuh. Jantung insan dilapisi oleh selaput perikardium dan terbagi atas empat ruang, yaitu:
Atrium (serambi) kanan, sebgai lokasi masuknya darah yang berisi CO2 dari semua tubuh
Atrium (serambi) kiri,lokasi masuknya darah dari paru-paru yang kaya bakal O2.

Bilik (ventrikel) kanan,yaitu lokasi menerima darah kotor yang berisi CO2 dari atrium kanan guna diedarkan ke paru-paru melewati pembuluh arteri pulmonalis.
Bilik (ventrikel) kiri,yang mempunyai otot 3-4 kali tebal dari bilik kanan, bermanfaat untuk memompakan darah yang kaya O2 ke semua tubuh melewati aorta.

fungsi sistem peredaran darah

Pembuluh darah adalah saluran lokasi mengalirnya darah di dalam tubuh. Pembuluh darah terbagi menjadi dua, yaitu:

1. Pembuluh Nadi (arteri)
Arteri adalah pembuluh darah yang menyalurkan darah dari jantung mengarah ke ke semua tubuh, pembuluh arteri terbagi menjadi dua, yaitu: Aorta, bermanfaat untuk menyalurkan darah dari jantung (bilik kiri) ke semua tubuh. Aorta akan berbelah membentuk pembuluh arteriol, selanjutnya berbelah lebih tidak sedikit membentuk pembuluh kapiler yang didalamnya terjadi proses pertukaran O2 dan CO2.
Arteri Pulmonalis, bermanfaat untuk menyalurkan darah yang kaya CO2 dari jantung mengarah ke paru-paru.

2.Pembuluh Balik (Vena)
Vena adalah pembuluh yang menyalurkan darah dari semua tubuh mengarah ke jantung. Pembuluh vena terbagi dua, yaitu: Vena pulmonalis, bermanfaat untuk menyalurkan darah dari paru-paru mengarah ke jantung (serambi kiri) Vena Tubuh, bermanfaat untuk membawa darah dari tubuh unsur atas (vena cava superior) dan unsur bawah (vena cava inferior) mengarah ke jantung.

Memahami Ciri - ciri Penyakit Jantung Yang Lemah

Sebenarnya, terdapat tidak sedikit sekali penyakit jantung yang diakibatkan dari tidak normalnya faedah jantung. Namun, dalam ulasan kali ini, bakal disebutkan sejumlah penyakit jantung dampak ketidaknormalan faedah jantng tersebut, yakni :


Memahami Ciri - ciri Penyakit Jantung Yang Lemah

1. Penyakit Jantung Koroner
Merupakan penyumbatan yang terjadi di dalam pembuluh darah coroner dampak menumpuknya lemak dan kolesterol. Arteri coroner yang sebelumnya bertugas untuk menyerahkan nutrisi ke otot-otot jantung menjadi terganggu. Sehingga andai arteri coroner benar-benar tersumbat, maka akan mengakibatkan jantung berhenti berdetak.

2. Penyakit Jantung Bocor
Adalah suatu situasi dimana adanya lubang di sekat jantung dampak kelianan bawaan, atau kelainan yang terjadi dari lahir. Penyakit ini mengakibatkan terganggunya penyaluran darah, baik tersebut darah yang kaya oksigen atau darah yang kaya karbon dioksida, disebabkan darah itu kaan bercampur-campur di ruang jantung.

3. Penyakit Jantung Lemah
Kondisi ini diakibatkan karena melemahnya situasi jantung dampak beberapa hal, laksana usia yang semakin tua dan situasi lain,sehingga keterampilan jantung guna memompa darah tidak cocok lagi dengan keperluan tubuh. Kondisi ini tidak sedikit dialami oleh penderita hipertensi (tekanan darah tinggi). Penderita hipertensi lama kelamaan otot jantungnya bakal membesar dan dominan pada kerja jantung.

Peredaran Darah Siklus Besar dan Peredaran Siklus Darah Kecil

Peredaran dari darah di tubuh kita dipecah menjadi dua macam unsur siklus, yakni darah besar & kecil. Mengapa ada dinamakan siklus darah besar & kecil? Untuk mengetahui mengapa dinamai siklus darah besar & kecil,ayo kita simak uraian plengdut inilah.

Fungsi Sistem Perbedaan peredaran darah besar dan kecil
Peredaran atau siklus dari darah pada manusia dipecah menjadi dua yakni besar & kecil. Siklus darah besar tidak jarang disebut pun sebagai siklus sistemik, sementara siklus kecil tidak jarang disebut pun siklus paru. Ada sejumlah perbedaan antara siklus darah besar serta siklus kecil ini, diantaranya yaitu:

1. Panjang Saluran antara siklus darah besar dan kecil
Pada siklus darah besar, darah yang dibawa melalui drainase hidrostatik yang lumayan panjang, sementara pada siklus kecil salurannya lebih pendek dikomparasikan pada siklus darah besar.

2. Tugas utama antara darah besar & kecil
Darah Besar lazimnya bertugas menyalurkan ke semua organ dari tubuh kita.
Kecil: Hanya bertugas menyalurkan ke paru-paru tubuh anda saja.

3. Fungsi utama antara darah besar & kecil
Darah Besar Berfungsi sebagai penyuplai ke semua organ tubuh.
Kecil : Berfungsi menyuplai melulu ke paru-paru

4. Tekanan mula antara darah besar & kecil
Darah Besar Membutuhkan desakan yang besar untuk mula dari suplai.
Kecil : Membutuhkan desakan kecil guna suplai

Pengertian Darah

Darah sendiri mempunyai pengertian berupa zat cair dimana hampir dipunyai oleh semua kelompok makhluk hidup tingkat tinggi terkecuali pada tumbuhan. Salah satu faedah utama darah yaitu mengantarkan oksigen serta zat-zat dimana sangat diperlukan jaringan pada tubuh kita. Fungsi beda darah yakni sebagai pengangkut sekian banyak macam bahan kimia yang didapatkan pada metabolisme dan darah pun mempunyai peranan urgen pada kekebalan tubuh terhadap bakteri atau virus.

Di dalam bahasa Yunani,darah disebut juga haima,dari kata haima inilah lantas dunia medis memberi istilah awalan kata hemo- maupun hemato guna menamai segala sesuatu yang sehubungan dengan cairan darah ini.

Sistem Peredaran Darah Jantung

Hemolimfe adalah nama beda dari darah pada serangga, dimana darah pada serangga ini tidak mempunyai peran dalam peredaran dari oksigen. Lalu bagaimana teknik serangga mengedarkan oksigen tanpa melewati peredaran melalui darah? Serangga pada umumnya mengerjakan peredaran oksigen memakai sistem trakea. Sistem trakea ini sendiri seringkali berbentuk drainase yang langsung mengalirkan oksigen ke semua jaringan dari tubuh serangga. Sehingga darah pada serangga hanya bermanfaat sebagai pengangkut zat-zat ke semua jaringan dari tubuh serangga serta melemparkan sisa bahan metabolisme.

Fungsi darah di dalam tubuh fauna pada umunya memiliki faedah sebagai pengangkut oksigen pada insang maupun paru-paru dan lantas di edarkan ke semua jaringan tubuh. Pada cairan darah ini pun terdpat hemoglobin dimana memiliki faedah sebagai pengikat oksigen pada darah. Hewan-hewan yang tidak bertulang belakang atau invertebrata berukuran kecil, seringkali oksikan bakal langsung meresap dalam plasma darah disebabkan protein yang membawa oksigen terlarut secara bebas.

Siklus Peredaran

Untuk memahami siklus perjalanan dari peredaran pada darah besar & kecil ini, ayo kita simak uraian dan gambar inilah:

a. Peredaran aliran darah besar
Peredaran perputaran darah besar atau sistemik ini adalahsiklus suplai penyaluran yang dibuka dari jantung dan menyalurkan ke sekian banyak  bagian tubuh, yang bekerja bertolak belakang dengan sirkulasi kecil (paru).

Secara menyeluruh peredaran darah besar dapat diterangkan sebagai berikut.

Dari atrium kiri darah (kaya oksigen) mengalir keventrikel kiri melewati katup bikuspidalis.
Kontraksi ventrikel mengakibatkan katup aorta membuka.
Pada aorta ada arteri-arteri yang terbit langsung ke permukaan jantung dan ke semua tubuh.

Arteri ini mengarah ke ke arteriol-arteriol,yang selajutnya membawa darah yang kaya bakal oksigen ke kapiler semua tubuh, pada pembuluh kapiler ini terjadi pertukaran,yakni oksigen dari darah bakal berdifusi masuk ke jaringan dan karbondioksida dari jaringan bakal berdifusi masuk ke dalam darah, selanjutnya akan mengarah kevenula dan akhirnya mengarah ke vena cava.

Selanjutnya dari organ tubuh yang sedang di bawah jantung akan mengarah ke vena cava inferior, sementara dari organ yang berada diatas jantung bakal mengalir mengarah pada vena cava superior, kedua vena besar itu akan bermuara di atrium kanan dengan membawa darah yang kaya bakal karbondioksida.

Selain tersebut pada aorta ada arteri yang keluar langsung ke permukaan jantung. Arteri ini mengarah ke ke arteriol-arteriol, yang selanjutnya menyerahkan darah ke kapiler mengarah ke ke semua bagian jantung. Kapiler-kapiler ini disaring oleh venula yang mengarah kevena koroner (vena dari jantung dan ke jantung) yang bermuara ke atrium kanan.

b. Peredaran kecil
Peredaran kecil ini juga disebut siklus paru yang dibuka pada jantung dan berlanjut ke paru-paru. Dalam peredaran kecil dimana darah terdeoksigenasi dari jantung diangkut ke paru-paru dan pada gilirannya, pulang darah beroksigen ke jantung. Kemudian meninggalkan jantung (ventrikel kanan) melewati dua arteri paru-paru dan bergerak ke paru-paru. Di paru-paru, respirasi terjadi di mana sel darah merah (eritrosit) mencungkil karbon dioksida dan menyerap oksigen. Darah beroksigen dari paru-paru ini lantas dibawa pulang ke jantung (atrium kiri) dengan pertolongan pembuluh darah paru.

Secara menyeluruh sistem peredaran kecil dapat diterangkan sebagai berikut.
Darah dari semua tubuh yang kaya bakal karbondioksida masuk ke atrium kanan melewati pembuluh vena. Dari atrium kanan lantas akan mengalir ke ventrikel kanan melewati katup trikuspidalis.
Kemudian ventrikel berkontraksi sampai-sampai katup trikuspidalis terutup, namun memaksa katup pulmonalis yang terletak pada lubang arteri pulmonalis terbuka.

Selanjutnya masuk ke arteri pulmonalis yang berbelah ke kiri dan ke kanan yang setiap menuju paru-paru kiri dan kanan. Arteri pulmonalis ini berbelah menjadi arteriol. Arteriol menyalurkan darah mengarah ke kapiler di paru-paru. Di kapiler paru-paru berikut darah mencungkil karbondioksida dan memungut oksigen. Kemudian masuk ke venula, selanjutnya ke vena pulmonalis yang membawa darah yang kaya bakal oksigen mengarah ke ke atrium kiri.

4 Hal yang Harus Dilakukan Jika kita Mengidap Penyakit Jantung Koroner
Penyakit jantung koroner ialah salah satu penyakit jantung kronis yang mengakibatkan tingginya tingkat kematian di dunia. Biasanya, fenomena dan tanda yang timbul saat seseorang merasakan penyakit ini adalah napas menjadi pendek, berkeringat, dan jantung berdetak dengan cepat. Lalu, apa yang mesti kita lakukan andai saya merasakan penyakit jantung koroner? Bisakah penyakit ini disembuhkan?

Apa yang mesti saya lakukan saat terkena penyakit jantung koroner?

Penyakit ini terjadi dampak adanya penyumbatan pada pembuluh darah arteri, sampai-sampai aliran darah tak fasih dan menyebabkan otot-otot jantung tidak menerima oksigen dan nutrisi lainnya. Kondisi tersebut mengakibatkan otot-otot jantung tak bermanfaat dengan baik dalam mengerjakan tugasnya – memompa darah ke semua tubuh – sehingga,saat otot jantung berhenti memompa maka bakal timbul komplikasi,yakni serangan jantung atau bahkan tidak berhasil jantung.

Oleh sebab itu,konsentrasi utama dari penyembuhan yang diserahkan pada pengidap jantung koroner bertujuan guna mengurangi fenomena yang timbul, meminimalisir risiko terjadinya penumpukan plak pada pembuluh darah, serta menangkal serangan jantung.

Meskipun Anda diserahkan obat guna membuat situasi kesehatan kita membaik, tetapi pengobatan medis tidak bakal sepenuhnya sukses jika tidak diiringi dengan adanya evolusi pola hidup yang kita miliki. Bila kita mempunyai penyakit jantung koroner, maka pastikan untuk mengerjakan hal-hal berikut:

1. Menerapkan pola santap yang sehat
Penumpukan plak yang terdapat di dalam pembuluh darah kita terjadi dampak timbunan lemak tubuh yang terlampau banyak. Oleh sebab itu, mulai kini Anda mesti meminimalisir mengonsumsi makanan yang berisi lemak, laksana gorengan dan fast food.

Di samping itu, andai Anda mengonsumsi makanan berkalori tinggi juga akan menambah risiko penyumbatan pada pembuluh darah. Jadi,batasi pun makanan yang berisi gula tinggi dan tetap mengonsumsi makanan cocok dengan keperluan kalori Anda.perbanyaklah mengonsumsi makanan sumber serat.

Tak melulu porsi makan, jadwal makan juga perlu kita perhatikan supaya Anda mempunyai pola santap yang sehat dan mencegah santap berlebihan.

2. Melakukan olahraga rutin
Olahraga adalah hal urgen yang mesti dilaksanakan oleh seluruh orang, bahkan untuk Anda yang sudah terkena penyakit jantung koroner. Dengan berolahraga rutin, lemak-lemak yang sebelumnya tertimbun di dalam tubuh dan menciptakan pembuluh tersumbat bisa terbakar, risiko serangan jantung juga semakin rendah.

Sebelum mengerjakan olahraga, usahakan diskusikan terlebih dahulu dengan dokter kita jenis olahraga dan intensitas laksana apa yang boleh kita lakukan. Usahakan untuk mengerjakan olahraga masing-masing hari, meskipun dalam durasi yang tak terlampau lama.

3. Hindari stres
Stres adalah salah satu hal yang dapat mengakibatkan pembuluh darah kita tersumbat dan oksigen tidak hingga ke jantung. Wajar memang bila seseorang merasakan tekanan dan stres, tetapi yang terpenting ialah bagaimana mengelola stres tersebut. kita dapat mengerjakan kegiatan-kegiatan yang kita sukai, guna menurunkan tingkat stres yang kita alami.

4. Tidur dengan lumayan dan teratur
Kurang tidur dapat menyebabkan kita berisiko penyakit jantung koroner, sampai-sampai bila kita sudah merasakan penyakit tersebut, kelaziman begadang melulu membuat situasi kesehatan kita semakin buruk. Dalam sekian banyak  penelitian diketahui bahwa orang yang durasi tidurnya tidak cukup dari 7 jam per malam mempunyai risiko penyakit jantung yang lebih tinggi.

Peredaran Darah Siklus Besar dan Peredaran Siklus Darah Kecil

Jantung Bocor Terjadi Pada Siapa Saja
Jantung bocor atau adanya lubang di jantung, tidak jarang kali tidak terdeteksi sebab jarang sekali memunculkan tanda atau fenomena khusus. Kondisi ini dapat terjadi pada seluruh orang tanpa disadari.

Istilah jantung bocor umumnya digunakan untuk menyinggung kelainan katup jantung dan adanya lubang pada sekat jantung. Pada orang dewasa, jantung bocor lebih tidak jarang terjadi sebab salah satu katup tidak bisa tertutup atau bermanfaat dengan baik. Sedangkan pada anak-anak atau bayi, permasalahan jantung bocor dapat disebabkan sebab lubang antara dinding di ruang kiri dan kanan jantung tidak tertutup sempurna sebagaimana harusnya, walaupun ada juga anak-anak yang mempunyai gangguan pada katup jantung.

Gejala Penyakit Jantung Wanita Muda Hamil Serta Perawatan Penyakit Jantung Bawaan

Kelainan Katup Jantung
Jantung insan mempunyai empat katup, yakni katup trikuspid, pulmonal, mitral, dan aorta. Jaringan eksklusif di dalam jantung ini bermanfaat mengatur aliran darah dari satu unsur ke unsur lain. Tiap katup terdiri dari dua atau tiga kelopak yang dapat membuka dan menutup. Kelopak katup bakal terbuka ketika darah dipompa salah satu ruang jantung atau dipompa ke organ lain melewati pembuluh darah, dan memblokir untuk menangkal darah yang sudah dipompa terbit untuk pulang ke jantung.

Namun, terdapat kalanya katup jantung ini tidak tertutup dengan sempurna. Akibatnya, aliran darah yang seharusnya sudah beralih ke lokasi lain malah kembali ke dalam jantung. Inilah yang dinamakan dengan katup jantung bocor atau regurgitasi katup jantung.

Katup jantung bocor tidak jarang kali tidak memunculkan gejala penyakit jantung anak atau wanita muda dan juga pria, tetapi kadang dapat saja fenomena tiba-tiba muncul. Gejala katup jantung bocor yang gampang terlihat antara lain adalah rasa nyeri dada, berdebar atau palpitasi (irama jantung cepat atau tidak beraturan), sesak napas, merasa lelah dan lemah, tidak dapat beraktivitas normal, pusing, pingsan, dan pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau perut.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Berkomentarlah Dengan Baik Dan Bijak Dalam Berkata. !!! EmoticonEmoticon